Jam Buka: Sen–Jum 07.30–00.00 · Sabtu 07.30–20.00 · Minggu 09.00–20.00
isagrafika37@gmail.com+62 888-0393-2212
ISA Grafika Logo
Order Sekarang
HomeBlogPanduan Teknis
Panduan Teknis7 menit baca· 18 Februari 2025

Panduan File Desain untuk Cetak: Format, Resolusi, dan Bleed yang Benar

File desain yang salah adalah penyebab nomor satu hasil cetak yang mengecewakan. Pelajari cara menyiapkan file cetak yang benar agar hasilnya sempurna.

PanduanDesainTeknisFile Cetak

Salah satu keluhan paling umum yang kami terima adalah: "Kok hasilnya beda dengan di layar?" Biasanya, penyebabnya adalah file desain yang tidak disiapkan dengan benar untuk kebutuhan cetak.

Panduan ini akan membantu Anda menyiapkan file desain yang benar sehingga hasil cetak Anda sempurna seperti yang dibayangkan.

Format File yang Diterima

Kami menerima file dalam format berikut:

  • CDR (CorelDRAW) — paling umum dan direkomendasikan
  • AI (Adobe Illustrator) — untuk desain vector
  • PDF — pastikan font di-embed
  • PSD (Photoshop) — untuk desain berbasis foto
  • PNG/JPG — hanya untuk cetak foto (resolusi tinggi wajib)

Kami tidak merekomendasikan file Word, PowerPoint, atau screenshot, karena kualitasnya biasanya tidak cukup untuk hasil cetak yang baik.

Resolusi Minimal 300 DPI

Ini adalah aturan paling penting dalam cetak: resolusi minimal 300 DPI (dots per inch).

Gambar di layar biasanya hanya 72 DPI, yang terlihat bagus di monitor tapi akan tampak buram dan berbintik saat dicetak. Pastikan semua gambar dan foto dalam desain Anda sudah berresolusi minimal 300 DPI pada ukuran cetak final.

Cara cek di Photoshop: Image → Image Size → pastikan Resolution = 300 pixels/inch.

Bleed dan Safe Zone

Bleed adalah area tambahan di luar batas final desain, berguna untuk menghindari pinggiran putih akibat toleransi pemotongan mesin.

  • Bleed standar: 3mm di setiap sisi
  • Safe zone: Pastikan teks dan elemen penting berjarak minimal 5mm dari tepi final

Contoh: Untuk ukuran final 10×7cm, file desain Anda harus berukuran 10.6×7.6cm.

Color Mode: CMYK, Bukan RGB

Monitor menggunakan mode warna RGB, sementara mesin cetak menggunakan CMYK. Warna RGB (terutama warna cerah dan neon) sering kali tidak bisa direproduksi persis oleh CMYK, sehingga warna bisa terlihat lebih gelap atau berubah.

Selalu konversi file ke CMYK sebelum mengirimkan untuk cetak. Di CorelDRAW atau Illustrator: File → Color Mode → CMYK.

Font: Outline atau Embed

Jika Anda mengirimkan file CDR atau AI, pastikan semua font di-convert to curves/outline terlebih dahulu. Jika font tidak di-outline dan pihak percetakan tidak memiliki font yang sama, teks akan diganti dengan font default dan merusak desain Anda.

Di CorelDRAW: Ctrl+A → klik kanan → Convert to Curves.

Checklist Sebelum Mengirim File

Sebelum mengirim file ke ISA Grafika, pastikan:

  • ✅ Format file: CDR, AI, PDF, atau PSD
  • ✅ Resolusi: Minimal 300 DPI pada ukuran final
  • ✅ Bleed: 3mm di setiap sisi
  • ✅ Color mode: CMYK
  • ✅ Font: Sudah di-outline/curve
  • ✅ Nama file: Jelas dan deskriptif

Masih ragu dengan file Anda? Kirimkan ke ISA Grafika dan tim kami akan melakukan free file check sebelum produksi!

🖨️
ISA Grafika Editorial Team
Tim percetakan ISA Grafika berbagi pengetahuan & pengalaman di industri cetak sejak 2014.